Memuat berita

Prabowo Undang Putin ke Indonesia, Sebut Sudah Lima Kali Bertemu Sejak Jadi Presiden

04 September 2026
18

VLADIVOSTOK – Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung mengundang Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Indonesia. Undangan tersebut disampaikan Prabowo saat dirinya menjadi Tamu Kehormatan Utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) waktu Indonesia. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keramahan yang diberikan pemerintah Rusia selama kunjungannya. Ia berharap dapat membalas sambutan tersebut dengan menerima kunjungan Putin di Indonesia.

“Saya berharap dapat membalas keramahan yang telah diberikan oleh Rusia kepada saya, serta menyambut Presiden Putin dan Anda sekalian di Indonesia,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Undangan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kunjungan Prabowo ke Rusia. Kehadiran Presiden RI di Vladivostok tidak hanya menjadi bagian dari agenda EEF, tetapi juga memperlihatkan intensitas komunikasi antara Indonesia dan Rusia di tingkat kepala negara. Prabowo mengungkapkan bahwa kunjungannya kali ini merupakan kali kedua dirinya datang ke Rusia sejak menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Sebelumnya, pada 2025, Prabowo juga berkunjung ke Rusia untuk menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). Kehadiran tersebut menjadi salah satu momentum bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dan diplomasi dengan Rusia. Namun, hubungan antara Prabowo dan Putin tidak hanya ditandai oleh kunjungan kenegaraan. Prabowo menyebut pertemuannya dengan Putin telah berlangsung beberapa kali sejak dirinya menjadi Presiden.

“Bahkan, ini adalah kali kelima saya bertemu dengan Presiden Putin sejak saya menjabat sebagai Presiden Indonesia,” tandas Prabowo.

Intensitas pertemuan tersebut menunjukkan komunikasi yang cukup erat antara kedua pemimpin. Hubungan personal dan komunikasi langsung di tingkat kepala negara menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Rusia. Sebelum menyampaikan undangan tersebut, Prabowo juga sempat berbincang langsung dengan Putin dalam jamuan makan siang di Vladivostok. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung hubungan Indonesia dan Rusia yang telah berlangsung cukup lama. Ia menyebut kedua negara memiliki sejarah hubungan yang panjang, bahkan telah terjalin selama lebih dari lima dasawarsa.

Sejarah panjang hubungan tersebut menjadi landasan bagi kedua negara untuk terus mengembangkan kerja sama di berbagai sektor. Hubungan bilateral Indonesia-Rusia tidak hanya mencakup bidang politik dan diplomasi, tetapi juga ekonomi, perdagangan, investasi, energi, pendidikan, teknologi, hingga kerja sama strategis lainnya. Kehadiran Prabowo sebagai Tamu Kehormatan Utama dalam EEF ke-11 juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan potensi kerja sama ekonomi kepada Rusia dan negara-negara lain yang hadir dalam forum tersebut.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya hubungan dan kerja sama antarnegara dalam menghadapi dinamika global. Indonesia, menurutnya, memiliki kepentingan untuk terus membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara. Undangan kepada Putin untuk berkunjung ke Indonesia pun menjadi sinyal bahwa Jakarta ingin menjaga momentum hubungan bilateral dengan Moskow.

Jika kunjungan Putin ke Indonesia nantinya terealisasi, agenda tersebut berpotensi menjadi momentum baru untuk memperkuat berbagai bentuk kerja sama kedua negara sekaligus membahas isu-isu strategis yang menjadi kepentingan bersama. Bagi Indonesia, hubungan dengan Rusia merupakan bagian dari politik luar negeri yang aktif dalam membangun kerja sama dengan berbagai kekuatan dunia. Sementara bagi Rusia, Indonesia merupakan salah satu negara penting di kawasan Asia Tenggara dengan posisi strategis dalam konteks ekonomi maupun geopolitik.

Dengan semakin intensifnya komunikasi Prabowo dan Putin, hubungan Indonesia-Rusia diperkirakan akan terus berkembang dalam berbagai bidang. Undangan Prabowo tersebut kini menjadi langkah lanjutan dalam menjaga kedekatan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari 50 tahun.

Tag

Memuat tag berita...