Memuat berita

Polisi Ungkap Grup WhatsApp “Teh Gembul” dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan Remaja di Sampang, 14 Tersangka Masih Diburu

21 Juli 2026
8
Sampang – Kepolisian mengungkap adanya grup percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Grup tersebut diketahui bernama “Teh Gembul” dan diduga menjadi salah satu sarana komunikasi antara para pelaku. Kapolres Sampang AKBP Hartono membenarkan keberadaan grup WhatsApp tersebut. Menurutnya, grup itu dibuat oleh sejumlah orang yang kini telah masuk dalam penyelidikan kepolisian.

"Memang betul, mereka membuat grup. Namanya Teh Gembul, grup WA mereka ini," ujar Hartono seperti dikutip detikJatim, Minggu (19/7/2026).

Meski grup tersebut saat ini sudah tidak aktif, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui isi percakapan, aktivitas para anggota, serta sejauh mana keterlibatan masing-masing pihak dalam perkara tersebut. Kasus ini mencuat setelah keluarga korban melaporkan dugaan tindak pidana tersebut kepada pihak kepolisian. Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengalami kekerasan seksual secara bergiliran sebanyak enam kali dalam rentang waktu Februari hingga Juni 2026 di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Sampang.

Dalam perkembangan penyidikan, polisi telah menetapkan 27 orang sebagai tersangka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 tersangka telah diamankan, sementara 14 lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus dilakukan pengejaran oleh aparat. Kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk peran masing-masing tersangka serta kemungkinan adanya bukti lain yang dapat memperkuat proses hukum. Pengungkapan grup komunikasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan karena polisi berupaya menelusuri bagaimana hubungan antarindividu dalam kasus tersebut terbentuk dan bagaimana komunikasi dilakukan sebelum maupun setelah dugaan tindak pidana terjadi.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan terus berjalan dan seluruh pihak yang diduga terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai aturan yang berlaku. Dalam penanganan kasus kekerasan seksual, aparat juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban, termasuk menjaga identitas korban serta memastikan korban mendapatkan pendampingan selama proses hukum berlangsung. Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali menyoroti pentingnya peran keluarga, lingkungan sekitar, serta masyarakat dalam mencegah dan melaporkan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Tag

Memuat tag berita...