Manggarai Barat, NTT – Semangat gotong royong kembali terlihat di tengah situasi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga Desa Golo Ndaring, Kabupaten Manggarai Barat, bersama kepolisian bergotong royong membersihkan reruntuhan rumah warga yang terdampak gempa, Kamis (20/8/2026). Aksi tersebut dipusatkan di rumah milik Zakarian Yudi Samson, yang mengalami kerusakan cukup parah setelah gempa mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026).
Bagian dinding dan atap rumah Zakarian mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan. Material bangunan yang berserakan kemudian dibersihkan secara bersama-sama agar tidak membahayakan penghuni maupun warga yang berada di sekitar lokasi. Sejak pagi, warga bahu-membahu memindahkan berbagai material bangunan yang rusak. Kayu, pecahan dinding, serta bagian atap yang roboh dikumpulkan dan dipindahkan dari area rumah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi upaya membersihkan lingkungan, tetapi juga menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap sesama warga yang terdampak bencana. Di tengah keterbatasan akibat gempa, warga memilih saling membantu untuk meringankan beban korban.
Personel kepolisian turut terlibat dalam proses pembersihan. Polisi membantu warga memindahkan material bangunan sekaligus memastikan proses evakuasi reruntuhan berlangsung aman. Keberadaan petugas juga diperlukan untuk mengantisipasi potensi bahaya dari bangunan yang masih dalam kondisi tidak stabil. Warga diimbau berhati-hati ketika berada di sekitar rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Selain membersihkan reruntuhan, warga bersama polisi juga mendirikan tenda di area terbuka untuk digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi korban.
Pendirian tenda menjadi langkah penting karena rumah Zakarian mengalami kerusakan sehingga belum aman untuk kembali ditempati. Area terbuka dipilih sebagai lokasi hunian sementara sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya gempa susulan. Kondisi tersebut menggambarkan situasi yang masih dihadapi masyarakat NTT setelah gempa utama terjadi. Sejumlah warga memilih bertahan di luar rumah karena khawatir bangunan yang rusak kembali roboh apabila terjadi guncangan susulan. Bagi warga terdampak, dukungan dari lingkungan sekitar menjadi sangat berarti. Tidak hanya membantu membersihkan rumah, tetapi juga memastikan korban memiliki tempat berlindung selama proses pemulihan berlangsung.
Aksi gotong royong di Desa Golo Ndaring menjadi gambaran bagaimana solidaritas masyarakat tetap tumbuh di tengah bencana. Warga yang terdampak tidak dibiarkan menghadapi kondisi sulit seorang diri. Gempa yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 memberikan dampak di sejumlah wilayah. Kerusakan rumah dan fasilitas masyarakat membuat sebagian warga harus mengungsi atau tinggal sementara di tempat yang lebih aman. Dalam situasi seperti ini, penanganan bencana tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dan petugas. Dukungan masyarakat, relawan, serta berbagai kelompok kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam membantu proses pemulihan.
Gotong royong membersihkan reruntuhan seperti yang dilakukan warga Desa Golo Ndaring menjadi bentuk kepedulian nyata. Tenaga, waktu, hingga bantuan sederhana dapat membantu korban melewati masa sulit setelah bencana. Masyarakat juga diharapkan terus menjaga solidaritas dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak. Bantuan dapat disalurkan melalui lembaga atau organisasi kemanusiaan yang terpercaya agar tepat sasaran.
Duka yang dirasakan masyarakat NTT merupakan duka bersama. Di tengah puing-puing bangunan dan ketidakpastian pascabencana, kepedulian serta gotong royong menjadi kekuatan bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.