LOMBOK TENGAH – Harapan baru tumbuh di Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga setempat melaksanakan Tradisi Nyemulak atau tanam tiang sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali Rumah Adat Sasak dan Masjid Sade yang sebelumnya ludes terbakar. Tradisi tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Kampung Adat Sade. Setelah sempat kehilangan sejumlah bangunan adat akibat kebakaran, warga kini mulai menata kembali kampung mereka dan membangun rumah adat yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sasak. Pelaksanaan Nyemulak tidak sekadar menjadi awal pembangunan secara fisik. Tradisi tersebut juga memiliki makna simbolis sebagai penanda dimulainya kembali kehidupan masyarakat setelah musibah kebakaran. Dengan ditanamnya tiang sebagai bagian awal pembangunan, warga menunjukkan tekad untuk bangkit dan mempertahankan keberadaan Kampung Adat Sade sebagai salah satu kawasan budaya masyarakat Sasak di Lombok Tengah.
Pembangunan kembali tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Para donatur memberikan bantuan untuk membantu proses rekonstruksi rumah adat maupun fasilitas lain yang terdampak kebakaran. Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah memberikan dukungan bagi proses rekonstruksi Kampung Adat Sade. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi masyarakat karena membantu mempercepat proses pemulihan setelah kebakaran.
“Kami berharap kepada masyarakat untuk terus mendukung rekonstruksi ini untuk kesejahteraan generasi penerus bangsa. Pelaksanaan rekonstruksi ini tetap dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan untuk kebaikan masyarakat,” kata Lalu Pathul Bahri.
Kampung Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang menjadi representasi kehidupan tradisional masyarakat Sasak di Lombok. Rumah-rumah adat, tata ruang permukiman, serta berbagai tradisi masyarakat menjadi daya tarik sekaligus bagian dari warisan budaya yang terus dipertahankan. Kebakaran yang melanda kawasan tersebut sebelumnya menyebabkan sejumlah bangunan adat dan fasilitas masyarakat mengalami kerusakan hingga ludes terbakar. Musibah itu tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menjadi pukulan bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan sosial dan ekonomi mereka dari keberadaan kampung adat. Kini, proses rekonstruksi menjadi langkah penting untuk mengembalikan kondisi Kampung Adat Sade.
Tradisi Nyemulak menjadi bagian awal dari proses tersebut. Warga bersama berbagai pihak mulai membangun kembali rumah-rumah adat dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai tradisional masyarakat Sasak. Pembangunan kembali diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan baru, tetapi juga menjaga keaslian nilai budaya yang melekat pada Kampung Adat Sade.
Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pemulihan. Pemerintah daerah juga meminta agar proses rekonstruksi dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Transparansi diperlukan agar bantuan yang diberikan para donatur dapat digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak. Lalu Pathul juga mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam proses rekonstruksi. Menurutnya, pembangunan kembali Kampung Adat Sade bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
Semangat kebersamaan tersebut terlihat dari pelaksanaan Tradisi Nyemulak. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu kini menjadi simbol bahwa masyarakat Sade memilih untuk bangkit setelah menghadapi musibah. Pembangunan kembali Rumah Adat Sasak dan Masjid Sade juga diharapkan dapat mengembalikan aktivitas masyarakat seperti sebelumnya. Selain menjadi tempat tinggal dan pusat aktivitas warga, Kampung Adat Sade memiliki nilai budaya dan potensi pariwisata yang penting bagi Lombok Tengah. Keberadaan kampung adat tersebut turut memperkenalkan tradisi masyarakat Sasak kepada wisatawan yang berkunjung ke Lombok.
Dengan dimulainya Tradisi Nyemulak, masyarakat Sade kini menatap fase baru. Tiang yang ditanam menjadi simbol dimulainya pembangunan sekaligus harapan agar kampung adat tersebut kembali berdiri kokoh. Di tengah proses pemulihan, semangat gotong royong masyarakat, dukungan pemerintah, serta bantuan para donatur menjadi kekuatan penting untuk menghidupkan kembali Kampung Adat Sade. Kebangkitan Sade pun bukan sekadar membangun kembali rumah yang terbakar, melainkan menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.