Memuat berita

Sudaryono Ungkap Alasan Pelibatan TNI-Polri dalam Program MBG, Fokus Tekan Biaya dan Perluas Distribusi

24 Juli 2026
37

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan alasan pemerintah membuka wacana melibatkan TNI dan Polri dalam pelaksanaan sejumlah program BGN, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Sudaryono, keterlibatan aparat bukan bertujuan mengambil alih peran pihak lain, melainkan sebagai langkah strategis untuk memastikan program pemerintah dapat berjalan efektif hingga menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Ia menyebut kerja sama dengan TNI dan Polri dapat membantu menekan biaya operasional, terutama dalam aspek distribusi. Dengan jaringan yang telah tersedia hingga tingkat daerah, pemerintah dapat mempercepat penyaluran program tanpa harus membangun sistem logistik baru dari awal.

“Pelibatan berbagai pihak dilakukan agar program bisa berjalan lebih efektif dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujar Sudaryono.

Sudaryono menegaskan kerja sama antara pemerintah dengan aparat negara dalam mendukung program nasional bukan merupakan sesuatu yang baru. Ia mengatakan, sebelumnya sejumlah program pemerintah juga melibatkan jaringan TNI dan Polri, terutama ketika membutuhkan distribusi dalam skala besar dan menjangkau wilayah yang luas. Salah satu contoh yang disampaikan Sudaryono adalah saat pemerintah melakukan distribusi sekitar 70 ribu pompa air kepada masyarakat di tengah kondisi musim kemarau panjang. Saat itu, distribusi dilakukan dengan memanfaatkan jaringan TNI dan Polri karena pemerintah tidak memiliki anggaran khusus untuk biaya pengiriman. Menurutnya, pola kerja sama tersebut menjadi salah satu solusi agar program tetap dapat berjalan meski menghadapi keterbatasan tertentu.

Sudaryono juga mengungkapkan pernah mendapat pertanyaan dari kalangan mahasiswa terkait keterlibatan aparat keamanan dalam program-program pemerintah. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pelibatan berbagai unsur tersebut adalah memastikan program berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Yang menjadi fokus adalah bagaimana program ini bisa terlaksana dengan baik, bukan soal siapa yang menjalankan,” kata Sudaryono.

Khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN saat ini berfokus memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan gizi. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, Sudaryono menilai program MBG juga memiliki potensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, petani, peternak, hingga penyedia bahan pangan untuk ikut terlibat dalam rantai pasok makanan bergizi. Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih luas, merata, dan tepat sasaran. Sudaryono menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan yang diberikan serta dampak positif yang dirasakan masyarakat secara keseluruhan.

Tag

Memuat tag berita...