Memuat berita

Ribuan Ikan Sapu-Sapu Terdampar di Sungai Juana yang Mengering, Warga Berbondong-bondong Mengambil hingga Pakai Pikap

04 September 2026
19

PATI – Pemandangan tak biasa terlihat di Bendung Karet Sungai Juana, Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ribuan ikan sapu-sapu terdampar setelah aliran sungai mengering akibat cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu (2/9/2026), dasar Sungai Juana terlihat nyaris tanpa genangan air. Tanah di sepanjang aliran sungai tampak mengering dan dipenuhi retakan. Kondisi tersebut membuat ribuan ikan sapu-sapu terjebak di bagian sungai yang mulai kehilangan air.

Ikan-ikan tersebut terlihat menumpuk di dasar sungai. Sebagian lainnya ditemukan mati di tepian dan mengeluarkan bau tidak sedap. Bangkai ikan bahkan dikerubungi lalat sehingga menambah kesan memprihatinkan di lokasi. Fenomena tersebut kemudian menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan dan mengambil ikan sapu-sapu yang masih berada di sekitar dasar sungai maupun tepian aliran yang mengering. Tak sedikit warga yang membawa wadah untuk mengangkut ikan hasil tangkapan. Bahkan, ada warga yang datang menggunakan kendaraan pikap untuk membawa ikan sapu-sapu dalam jumlah banyak.

Aktivitas warga mengambil ikan berlangsung ketika kondisi Sungai Juana semakin menyusut. Ribuan ikan yang sebelumnya memenuhi bagian sungai yang masih memiliki genangan kini semakin mudah ditemukan karena permukaan air terus turun. Kondisi tersebut juga memperlihatkan dampak kemarau terhadap ekosistem perairan. Ketika debit air menyusut secara drastis, ikan-ikan yang tidak dapat berpindah ke bagian sungai yang lebih dalam berisiko terjebak dan akhirnya mati.

Pada Kamis (3/9/2026), jumlah ikan sapu-sapu di sekitar Bendung Karet Sungai Juana dilaporkan telah berkurang dibandingkan hari sebelumnya. Hal tersebut terjadi setelah selama beberapa hari warga mengambil ikan yang terdampar di kawasan tersebut. Meski ikan sapu-sapu dikenal sebagai jenis ikan yang mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang relatif ekstrem, penyusutan air secara drastis tetap dapat menyebabkan ikan terjebak pada bagian sungai yang dangkal dan kehilangan ruang hidup.

Fenomena di Sungai Juana menjadi gambaran kondisi perairan yang terdampak musim kemarau. Dasar sungai yang sebelumnya tertutup air kini terlihat jelas, dengan permukaan tanah yang retak akibat kehilangan kelembapan. Selain menjadi perhatian warga, kondisi tersebut juga perlu mendapat perhatian dari sisi lingkungan. Ribuan ikan yang mati dan membusuk berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak ditangani dengan baik, terutama terkait kebersihan dan kualitas lingkungan di sekitar sungai.

Warga pun diimbau tetap memperhatikan keamanan ketika mengambil ikan dari sungai yang mengering, terutama dengan kondisi bangkai ikan yang mulai membusuk dan dikerubungi lalat. Pemandangan ribuan ikan sapu-sapu yang terdampar tersebut kini menjadi salah satu gambaran nyata dampak menyusutnya debit Sungai Juana di tengah cuaca panas dan kondisi kemarau.

Tag

Memuat tag berita...