JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan program beasiswa baru yang ditujukan bagi anak-anak Jakarta untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Program yang disebut LPDP Jakarta tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Rencana itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026 di Gedung Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).
Pramono mengatakan program tersebut merupakan salah satu
bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas akses pendidikan bagi
warga Jakarta. Melalui LPDP Jakarta, anak-anak Jakarta yang memenuhi
persyaratan nantinya akan mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di
perguruan tinggi luar negeri dengan biaya yang ditanggung pemerintah daerah.
“Mulai dengan
tahun 2027 baru pertama kali saya mengeluarkan apa yang disebut dengan LPDP
Jakarta. Jadi pemerintah DKI Jakarta akan menyekolahkan anak-anak Jakarta untuk
sekolah ke luar negeri dan sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta,”
kata Pramono dalam sambutannya, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Pramono, pendidikan memiliki peran penting dalam membuka kesempatan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ia meyakini pendidikan dapat menjadi salah satu jalan utama untuk mengubah kondisi ekonomi sebuah keluarga. Pandangan tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman pribadinya. Pramono mengungkapkan dirinya dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi karena mendapatkan dukungan beasiswa dari pemerintah.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Pramono ingin memperluas kesempatan serupa bagi generasi muda di Jakarta. Ia berharap keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak berprestasi untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, termasuk di universitas-universitas terbaik di luar negeri. Program LPDP Jakarta nantinya diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi putra-putri Jakarta untuk memperoleh pengalaman akademik dan lingkungan pendidikan internasional. Mereka juga diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman tersebut untuk berkontribusi bagi pembangunan Jakarta maupun Indonesia.
Meski demikian,
Pramono belum merinci mekanisme seleksi, jenjang pendidikan, negara tujuan,
perguruan tinggi yang akan menjadi mitra, maupun besaran anggaran yang
disiapkan untuk program tersebut. Detail mengenai persyaratan penerima dan
skema pembiayaan masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut dari Pemprov DKI
Jakarta.
Kehadiran program ini juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Para penerima beasiswa nantinya dapat dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul yang memiliki kompetensi global sekaligus memahami kebutuhan pembangunan daerah. Bagi Jakarta, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu investasi jangka panjang. Persaingan di dunia kerja yang semakin terbuka membuat generasi muda membutuhkan pendidikan, keterampilan, serta pengalaman yang mampu menjawab perkembangan zaman.
Pramono pun menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas, pemerintah diharapkan dapat menciptakan mobilitas sosial sehingga anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tetap memiliki peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Jika mulai direalisasikan pada 2027, LPDP Jakarta akan menjadi salah satu program pendidikan strategis Pemprov DKI Jakarta. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk investasi pemerintah daerah terhadap generasi muda yang diharapkan kelak dapat kembali memberikan kontribusi bagi Jakarta.
Dengan kesempatan belajar hingga ke luar negeri yang sepenuhnya ditanggung Pemprov DKI, anak-anak Jakarta nantinya tidak hanya diharapkan memperoleh gelar akademik, tetapi juga membawa pulang pengetahuan, jejaring, dan pengalaman internasional untuk membangun daerahnya.