Memuat berita

Pengungsi Gempa NTT Melonjak Jadi 150.576 Orang, Gempa Susulan Capai 5.012 Kali

23 Agustus 2026
28

NTT – Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Sabtu (22/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 150.576 orang telah mengungsi dari sejumlah wilayah terdampak. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan data sebelumnya yang mencatat jumlah pengungsi masih berada di kisaran 113 ribu orang. Penambahan puluhan ribu pengungsi menunjukkan dampak gempa masih dirasakan masyarakat di berbagai daerah di NTT.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan data jumlah pengungsi terus diperbarui seiring dengan proses pendataan di lapangan. Warga yang mengungsi berasal dari sejumlah kabupaten yang terdampak gempa. Dari total tersebut, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak. BNPB mencatat sebanyak 41.427 orang mengungsi di wilayah tersebut.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Nagekeo dengan jumlah pengungsi mencapai 34.256 orang. Sementara Kabupaten Manggarai Timur mencatat sebanyak 31.372 orang yang harus meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Jika digabungkan, tiga kabupaten tersebut menyumbang lebih dari 100 ribu pengungsi dari total keseluruhan yang tercatat BNPB. Kondisi ini menggambarkan besarnya dampak gempa terhadap masyarakat di wilayah NTT. Situasi di NTT juga belum sepenuhnya stabil. Di tengah proses evakuasi dan penanganan pengungsi, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi.

BNPB mencatat hingga Sabtu (22/8/2026) telah terjadi 5.012 kali gempa susulan setelah gempa utama mengguncang wilayah NTT. Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan yang beragam. Berdasarkan data BNPB, gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 6,2, sedangkan gempa susulan dengan kekuatan terkecil tercatat magnitudo 1,1.

Aktivitas gempa susulan tersebut membuat sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian meskipun kondisi rumah mereka belum diketahui mengalami kerusakan berat atau tidak. Kekhawatiran terhadap potensi guncangan kembali menjadi salah satu alasan masyarakat meninggalkan bangunan tempat tinggal. Petugas di lapangan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan dan lingkungan sekitar. Warga di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi gempa susulan maupun potensi bencana lain.

Lonjakan jumlah pengungsi menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, hingga kebutuhan kelompok rentan harus dipenuhi dalam jumlah besar. Pendataan juga menjadi bagian penting dalam proses penanganan. Data jumlah pengungsi dapat berubah seiring dengan perpindahan warga, proses verifikasi, maupun bertambahnya masyarakat yang memilih mengungsi setelah merasakan gempa susulan. Pemerintah bersama BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak wilayah kepulauan juga menjadi tantangan dalam proses distribusi bantuan. Akses menuju sejumlah lokasi terdampak dapat terhambat akibat kerusakan jalan, longsor, maupun kondisi medan setelah gempa. Di tengah situasi tersebut, masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan gempa, kondisi pengungsian, maupun potensi bencana susulan sebaiknya diperoleh dari sumber resmi.

Dengan jumlah pengungsi yang kini mencapai lebih dari 150 ribu orang dan ribuan gempa susulan yang masih terjadi, penanganan pascagempa di NTT diperkirakan masih membutuhkan waktu. Pemerintah dan seluruh unsur terkait terus berupaya memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar warga terdampak tetap menjadi prioritas.

Tag

Memuat tag berita...