Memuat berita

MI YAPPI Natah Gunungkidul Dibakar OTK, 109 Siswa Terpaksa Belajar di Masjid hingga Balai Padukuhan

23 Agustus 2026
27

Gunungkidul – Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Natah, Jalan Ngawen-Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, terganggu setelah gedung sekolah diduga dirusak dan dibakar oleh orang tak dikenal (OTK). Kerusakan sekolah pertama kali diketahui oleh penjaga ketika membuka pintu sekolah pada Rabu (19/8/2026) pagi. Saat itu, penjaga mendapati kondisi sejumlah bagian sekolah telah mengalami kerusakan dan terdapat tanda-tanda bekas pembakaran.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas langsung melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengumpulkan bukti dan mengungkap pelaku di balik aksi tersebut. Kapolsek Nglipar AKP Paryadi mengatakan kasus dugaan perusakan dan pembakaran tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi telah mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan. Barang-barang tersebut nantinya akan diperiksa lebih lanjut guna membantu mengungkap kronologi maupun pelaku.

“Temuan bekas botol berisi diduga BBM, beberapa kertas yang disiram,” kata Paryadi, Kamis (20/8/2026).

Temuan botol yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM) tersebut menjadi salah satu barang yang diperiksa polisi. Selain itu, petugas juga menemukan beberapa kertas yang disebut telah disiram dengan cairan tertentu. Meski demikian, polisi belum mengungkap secara detail bagaimana aksi tersebut dilakukan maupun motif di balik dugaan pembakaran. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pelaku. Akibat kondisi gedung sekolah yang masih dalam penanganan polisi, sebanyak 109 siswa untuk sementara harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di lokasi lain.

Sekolah tidak dapat digunakan seperti biasa karena sebagian area masih menjadi bagian dari lokasi penyelidikan. Selain itu, keamanan siswa menjadi pertimbangan utama agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa membawa anak-anak ke bangunan yang tengah diperiksa petugas. Pihak sekolah kemudian memanfaatkan sejumlah fasilitas umum di sekitar lingkungan untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Adapun lokasi sementara yang digunakan yakni Masjid Arohma, Musala Al Azmi, dan Balai Padukuhan Blembeman 1.

Para siswa tetap mengikuti kegiatan pembelajaran meski harus berpindah-pindah dari gedung sekolah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan siswa, terutama karena fasilitas yang tersedia tidak dirancang khusus sebagai ruang kelas. Namun, pemindahan lokasi belajar dilakukan agar kegiatan pendidikan bagi 109 siswa tetap berjalan selama gedung sekolah belum dapat digunakan. Sementara itu, kondisi gedung MI YAPPI Natah masih berada dalam pengawasan kepolisian. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk menjaga area yang menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Petugas masih mengumpulkan informasi dan barang bukti yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut. Polisi juga berpotensi meminta keterangan dari pihak sekolah, penjaga, maupun warga sekitar yang mengetahui aktivitas mencurigakan sebelum kejadian. Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa pelaku maupun motif di balik dugaan aksi perusakan dan pembakaran tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh temuan di lokasi, termasuk barang yang diduga berkaitan dengan pembakaran.

Kasus ini menjadi perhatian karena aksi tersebut berdampak langsung terhadap kegiatan pendidikan. Puluhan hingga lebih dari seratus anak kini harus belajar di luar gedung sekolah akibat kondisi bangunan yang belum dapat digunakan. Masyarakat sekitar diharapkan turut membantu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar sekolah sebelum maupun saat kejadian. Informasi dari warga dapat membantu polisi mengungkap pelaku dan motif di balik dugaan pembakaran tersebut.

Sementara proses hukum berjalan, kegiatan belajar mengajar bagi 109 siswa MI YAPPI Natah tetap diupayakan berlangsung di lokasi sementara hingga sekolah dinyatakan aman dan dapat kembali digunakan.

Tag

Memuat tag berita...