Memuat berita

Matahari Memerah di Langit Palangka Raya, BMKG Ungkap Kaitannya dengan Kabut Asap Karhutla

23 Agustus 2026
26

PALANGKA RAYA – Pemandangan tak biasa menghiasi langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis sore (20/8/2026). Matahari terlihat memerah dan tampak lebih redup dari biasanya. Fenomena tersebut menarik perhatian warga yang menyaksikan perubahan warna matahari di tengah kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Matahari yang biasanya tampak terang terlihat seperti bola berwarna merah di langit Palangka Raya. Kondisi ini terjadi ketika aktivitas karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah masih meningkat dan asap hasil pembakaran menyelimuti udara di sekitar kota.

Fenomena tersebut bukan berarti matahari mengalami perubahan warna secara langsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya menjelaskan, perubahan tampilan matahari dapat terjadi akibat keberadaan partikel-partikel asap di atmosfer. Partikel asap yang berada di udara dapat memengaruhi proses perjalanan cahaya matahari menuju permukaan bumi. Ketika cahaya matahari melewati atmosfer yang dipenuhi partikel, sebagian spektrum cahaya dapat tersebar sehingga warna yang terlihat oleh mata menjadi lebih dominan kemerahan.

Kondisi ini membuat matahari tampak merah, terutama ketika berada dekat dengan cakrawala pada pagi atau sore hari. Kepadatan partikel di atmosfer dapat membuat efek tersebut terlihat semakin jelas. Fenomena matahari memerah di Palangka Raya pun menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga mengabadikan pemandangan tersebut dan membagikannya melalui media sosial karena dianggap tidak biasa. Namun, di balik pemandangan langit yang terlihat unik tersebut, terdapat persoalan lingkungan yang perlu menjadi perhatian. Kemunculan matahari berwarna merah menjadi salah satu gambaran kondisi atmosfer ketika kualitas udara terdampak oleh asap kebakaran lahan.

Aktivitas karhutla yang meningkat dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar. Jika kondisi cuaca dan angin tidak membantu proses penyebaran asap, konsentrasi partikel di udara dapat bertahan lebih lama dan menyebabkan jarak pandang menurun. Kabut asap juga berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. Paparan udara yang tercemar asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah terdampak asap karhutla diimbau untuk memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker juga dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi berasap.

Fenomena matahari merah yang terlihat di Palangka Raya pada Kamis sore akhirnya menjadi lebih dari sekadar pemandangan langit yang menarik. Perubahan warna tersebut turut menggambarkan bagaimana asap karhutla dapat memengaruhi atmosfer dan kondisi lingkungan di sekitar masyarakat. Di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan, upaya pencegahan serta penanganan karhutla menjadi semakin penting. Pengendalian titik api secara cepat diperlukan agar kebakaran tidak meluas dan dampak asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Tag

Memuat tag berita...