NEPAL – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok telah menembus 1.000 orang. Sepekan setelah bencana dahsyat tersebut terjadi, tim pencarian dan penyelamatan masih terus menyisir sejumlah wilayah terdampak untuk menemukan korban yang hilang. Berdasarkan data resmi terbaru, total korban meninggal dunia di kedua sisi perbatasan mencapai 1.003 orang. Sementara itu, sekitar 4.462 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 844 warga negara asing. Di Nepal, jumlah korban tewas terus bertambah seiring ditemukannya korban dari sejumlah lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau akibat kondisi medan dan kerusakan infrastruktur.
Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal (NDRRMA) menyebut tim pencarian dan penyelamatan telah mengonfirmasi tambahan 84 korban jiwa. Dengan penambahan tersebut, jumlah korban tewas di sisi Nepal kini mencapai 987 orang. Data tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana yang melanda kawasan perbatasan tersebut. Banjir bandang dan longsor tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga menyebabkan sejumlah akses transportasi terputus sehingga proses evakuasi dan pencarian korban menjadi semakin sulit.
Di tengah meningkatnya jumlah korban meninggal dunia, proses pencarian terhadap ribuan orang yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan. Sekitar 4.462 orang masih belum diketahui keberadaannya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 844 orang merupakan warga negara asing. Tim penyelamat menghadapi tantangan berat dalam melakukan pencarian. Material longsor, lumpur, bebatuan, serta puing-puing bangunan menutupi sejumlah area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
Petugas juga harus bekerja di tengah kondisi medan yang sulit dan potensi bencana susulan. Hal tersebut membuat proses pencarian membutuhkan waktu dan kehati-hatian. Pemerintah dan otoritas terkait terus mengerahkan personel serta peralatan untuk memperluas pencarian. Prioritas utama saat ini adalah menemukan korban yang masih hilang sekaligus mengevakuasi warga yang terdampak ke lokasi yang lebih aman. Kenaikan jumlah korban dalam sepekan terakhir terjadi seiring tim penyelamat mulai menjangkau sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi. Tambahan korban yang ditemukan kemudian diverifikasi oleh otoritas sebelum dimasukkan ke dalam data resmi.
Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (1/9/2026), NDRRMA mengonfirmasi tambahan 84 korban jiwa yang ditemukan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Dengan demikian, jumlah korban tewas di Nepal mencapai 987 orang. Jika digabungkan dengan korban di sisi Tiongkok, jumlah keseluruhan korban meninggal dunia telah mencapai 1.003 orang.
Besarnya angka korban membuat bencana ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan paling mematikan di kawasan tersebut. Upaya pencarian dan penanganan dampak bencana diperkirakan masih akan berlangsung hingga seluruh wilayah terdampak dapat ditelusuri dan nasib warga yang hilang diketahui. Sementara itu, pemerintah terus melakukan pendataan terhadap korban serta warga yang terdampak. Proses identifikasi juga menjadi bagian penting agar keluarga mendapatkan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.