Memuat berita

Kemarau Panjang, Debit Sungai Kapuas Menyusut hingga Tongkang Kandas di Sekadau

03 September 2026
29

SEKADAU – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mulai berdampak serius terhadap kondisi Sungai Kapuas. Debit air sungai terus menyusut hingga mengganggu aktivitas pelayaran dan membuat kapal tongkang berukuran besar kandas di alur sungai. Kapal tongkang tersebut dilaporkan kandas di kawasan Dusun Teluk Pasir, Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir. Kondisi air Sungai Kapuas yang semakin dangkal membuat kapal kesulitan melintasi bagian sungai yang mengalami penurunan muka air.

Pemandangan kapal tongkang yang kandas pun terlihat tidak biasa. Sebagian badan kapal berada di atas dasar sungai yang mulai muncul ke permukaan, sehingga dari kejauhan kapal tampak seolah-olah berada di tengah hamparan padang pasir. Menyusutnya debit Sungai Kapuas menjadi persoalan bagi aktivitas transportasi air yang selama ini mengandalkan sungai sebagai salah satu jalur pergerakan masyarakat maupun distribusi barang.

Kondisi sungai yang semakin dangkal membuat kapal-kapal berukuran besar harus lebih berhati-hati ketika melintas. Kapal dengan muatan berat juga menghadapi risiko kandas ketika melewati titik-titik tertentu yang kedalamannya tidak lagi mencukupi. Fenomena tersebut menjadi gambaran nyata dampak kemarau panjang terhadap kondisi perairan di wilayah Kalimantan Barat. Sungai yang biasanya memiliki debit air cukup untuk dilalui kapal kini mengalami penyusutan di sejumlah lokasi. Tidak hanya mengganggu pelayaran, penurunan debit air sungai juga berpotensi memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat yang bergantung pada Sungai Kapuas.

Munculnya bagian dasar sungai di kawasan Teluk Pasir menjadi salah satu tanda semakin rendahnya permukaan air. Jika kondisi kemarau terus berlangsung dan tidak disertai hujan dengan intensitas cukup, gangguan terhadap aktivitas transportasi sungai dikhawatirkan semakin meluas. Bagi masyarakat di sekitar bantaran Sungai Kapuas, kondisi ini juga menjadi perhatian karena perubahan debit sungai dapat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang menggunakan jalur sungai untuk mobilitas dan kegiatan ekonomi.

Kapal tongkang yang kandas di Sekadau pun menjadi pemandangan yang menarik perhatian. Ukurannya yang besar terlihat kontras dengan hamparan dasar sungai yang mengering di sekitarnya. Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca dan kemarau berkepanjangan dapat memberikan dampak langsung terhadap jalur transportasi air, khususnya di wilayah yang sangat bergantung pada keberadaan sungai.

Tag

Memuat tag berita...