Memuat berita

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Capai Filipina, Sekolah di Sejumlah Wilayah Diliburkan

04 September 2026
22

MANILA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari Kalimantan dilaporkan berdampak hingga ke Filipina. Kondisi kualitas udara yang memburuk membuat pemerintah setempat mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sejumlah wilayah. Kebijakan tersebut diberlakukan mulai awal September untuk siswa kelas 1 hingga kelas 12 di wilayah Quezon City, Metro Manila, dan Metro Cebu. Selama kegiatan tatap muka dihentikan, proses pembelajaran dialihkan ke sistem dalam jaringan atau pembelajaran jarak jauh. Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap paparan kabut asap yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan akibat polusi udara.

Kualitas udara yang memburuk juga mendorong pemerintah Filipina mengeluarkan imbauan kesehatan kepada masyarakat. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker N95 apabila harus beraktivitas di luar rumah. Masker tersebut dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya yang terkandung dalam kabut asap. Masyarakat juga diminta lebih waspada, terutama ketika indeks kualitas udara menunjukkan kondisi yang masuk dalam kategori berbahaya. Selain menggunakan masker, warga diminta menutup rapat ventilasi dan akses udara di rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah asap dari luar masuk ke dalam ruangan dan meningkatkan konsentrasi polutan di dalam rumah.

Kabut asap yang mencapai wilayah Filipina menjadi persoalan lintas batas karena sumber asap disebut berasal dari karhutla di Kalimantan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan di wilayah yang menjadi lokasi kebakaran, tetapi juga dapat terbawa angin hingga negara tetangga. Fenomena kabut asap lintas batas bukan persoalan baru di kawasan Asia Tenggara. Pergerakan asap sangat dipengaruhi oleh kondisi angin dan cuaca sehingga wilayah yang berada jauh dari titik kebakaran pun dapat terdampak ketika arah angin membawa partikel asap ke wilayah tersebut.

Keputusan menghentikan pembelajaran tatap muka juga menjadi perhatian karena sekolah merupakan tempat berkumpulnya anak-anak dalam jumlah besar. Anak-anak dinilai menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan lebih ketika kualitas udara berada dalam kondisi buruk. Dengan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh, aktivitas siswa di luar ruangan dapat dikurangi sekaligus menghindarkan mereka dari paparan kabut asap selama kondisi udara belum membaik.

Pemerintah Filipina juga terus mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan indeks kualitas udara. Warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar asap diimbau segera mendapatkan bantuan medis, terutama apabila muncul gangguan pernapasan atau gejala lain yang mengkhawatirkan. Di sisi lain, kondisi ini kembali menyoroti pentingnya penanganan karhutla di Indonesia. Kebakaran yang terjadi di wilayah Kalimantan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih luas apabila asap menyebar melintasi batas negara. Penanganan karhutla tidak hanya penting untuk menjaga kualitas lingkungan di Indonesia, tetapi juga untuk mencegah dampak asap terhadap masyarakat di negara-negara sekitar.

Saat ini, perhatian pemerintah dan masyarakat Filipina tertuju pada perkembangan kualitas udara. Sekolah yang terdampak sementara menerapkan pembelajaran jarak jauh, sedangkan masyarakat diminta melakukan berbagai langkah perlindungan untuk mengurangi paparan asap. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan, mengingat dampaknya dapat meluas hingga ke negara lain dan mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan.

Tag

Memuat tag berita...