Memuat berita

FIFA Jatuhkan Sanksi Berat, Leandro Paredes Dilarang Tampil 10 Laga Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026

23 Agustus 2026
28

Jakarta – FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah pemain dan ofisial yang terlibat dalam insiden pada final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol. Hukuman terberat diberikan kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes, yang dijatuhi larangan bermain dalam 10 pertandingan serta denda sebesar US$90 ribu. Keputusan tersebut diumumkan Komite Disiplin FIFA pada Jumat (21/8/2026), setelah melakukan pemeriksaan terhadap laporan jaksa disiplin dan etika terkait insiden yang terjadi pada final Piala Dunia di New York New Jersey Stadium, 19 Juli 2026.

Final tersebut berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina melalui perpanjangan waktu. Namun, pertandingan yang menjadi penutup Piala Dunia 2026 itu kemudian diwarnai insiden yang melibatkan sejumlah pemain dan anggota tim dari kedua kubu. Sebelum menjatuhkan hukuman, FIFA telah membuka proses disipliner terhadap Paredes, Nahuel Molina, Thiago Almada, Roberto Ayala, serta pemain Spanyol Pablo Martín Páez Gavira atau Gavi. Proses tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran berupa agresi dan perilaku tidak sportif. Dalam keputusan akhirnya, FIFA menjatuhkan larangan bermain 10 pertandingan kepada Paredes. Selain itu, pemain Argentina tersebut juga diwajibkan membayar denda US$90 ribu.

Hukuman tersebut menjadi yang paling berat di antara pemain yang dijatuhi sanksi akibat insiden final. FIFA menyatakan larangan pertandingan tersebut akan diterapkan pada pertandingan berikutnya bersama tim nasional Argentina. Paredes bukan satu-satunya pemain Argentina yang mendapat hukuman berat. Nahuel Molina dijatuhi skorsing tujuh pertandingan dan denda US$90 ribu. Sementara itu, Thiago Almada menerima larangan bermain satu pertandingan dan denda US$30 ribu. Hukuman juga diberikan kepada anggota staf Argentina, Roberto Ayala, yang dilarang mendampingi tim dalam tiga pertandingan dan dikenai denda US$30 ribu.

Dari kubu Spanyol, Pablo Martín Páez Gavira atau Gavi juga mendapatkan hukuman. Gavi dijatuhi skorsing satu pertandingan serta denda US$30 ribu. FIFA menegaskan seluruh hukuman larangan bertanding tersebut akan dibawa ke pertandingan berikutnya yang dijalani tim nasional masing-masing. Artinya, sanksi yang diterima para pemain tidak berhenti pada kompetisi Piala Dunia 2026, tetapi akan memengaruhi agenda pertandingan internasional berikutnya yang melibatkan Argentina maupun Spanyol.

Keputusan FIFA juga belum sepenuhnya tertutup. Para pihak yang dikenai sanksi memiliki waktu 10 hari untuk meminta keputusan yang dilengkapi alasan atau dasar pertimbangan. Keputusan tersebut juga dapat diajukan banding sesuai ketentuan dalam Kode Disiplin FIFA. Selain hukuman terhadap individu yang terlibat dalam insiden final, FIFA turut menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dalam perkara disiplin lain yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026. AFA dikenai total denda US$321 ribu atas sejumlah pelanggaran, termasuk penggunaan ajang olahraga untuk kegiatan non-olahraga, perilaku tidak pantas tim, diskriminasi dan tindakan rasial, serta persoalan ketertiban dan keamanan pertandingan.

AFA juga diperintahkan memainkan dua pertandingan kandang berikutnya dengan jumlah penonton dibatasi hingga 50 persen. Dari total denda tersebut, US$100 ribu diwajibkan dialokasikan untuk program pemberantasan diskriminasi. Namun, sebagian pelaksanaan sanksi AFA ditangguhkan dengan masa percobaan. Salah satu dari dua pertandingan dengan pembatasan penonton dan denda US$100 ribu termasuk bagian sanksi yang ditangguhkan.

Rangkaian keputusan tersebut menunjukkan keseriusan FIFA dalam menindak pelanggaran disiplin yang terjadi selama Piala Dunia 2026. Insiden di final Argentina kontra Spanyol kini berujung pada sanksi panjang bagi sejumlah pemain dan ofisial, dengan Paredes menjadi sosok yang menerima hukuman paling berat.

Tag

Memuat tag berita...