Memuat berita

Bansos Terhenti, Lansia 67 Tahun di Yogyakarta Kini Bertahan dari Uluran Tetangga

04 September 2026
23

Kisah Yoyok Sunaryo, lansia berusia 67 tahun di Kota Yogyakarta, menggambarkan sulitnya kehidupan warga lanjut usia yang hidup dengan keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan. Sehari-hari, Yoyok lebih banyak menghabiskan waktu di rumah kontrakannya yang berada di sebuah gang di kawasan Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta. Kondisi kesehatan membuat aktivitasnya terbatas. Ia sudah jarang bekerja karena tidak mampu melakukan pekerjaan fisik berat. Sesekali, Yoyok hanya menerima permintaan dari warga untuk membantu membersihkan rumah.

Penghasilan yang tidak menentu membuat Yoyok selama ini mengandalkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, beberapa bulan terakhir, bantuan tersebut tak lagi diterimanya.

Perubahan status Yoyok diketahui setelah tetangga membantunya mengecek data penerima bantuan. Dari pengecekan tersebut, desil Yoyok disebut mengalami perubahan. Sebelumnya, Yoyok berada pada desil 1 atau 2. Namun, statusnya kemudian berubah menjadi desil 6-10. Perubahan tersebut membuat Yoyok tidak lagi menerima bansos seperti sebelumnya.

Padahal, kondisi kehidupan Yoyok masih jauh dari berkecukupan. Rumah kontrakan yang ditempatinya juga sangat sederhana. Di dalam rumah tersebut hanya terdapat lemari dan sejumlah perabotan lama. Tidak terlihat barang-barang mewah yang menunjukkan kehidupan ekonomi berlebih. Untuk tempat tinggal saja, Yoyok harus membayar uang sewa sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi Yoyok yang sudah lanjut usia dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Tetangga Yoyok, Sarti, mengatakan Yoyok terakhir menerima bansos pada Maret 2026.Menurut Sarti, Yoyok telah mengalami sakit selama sekitar satu tahun. Meski masih mampu berjalan, kondisi tubuhnya membuat aktivitas sehari-hari menjadi terbatas.

“Dia tuh sakit kayak sakit apa ya, komplikasi sih, jadi kayak ya paru-paru, terus hati,” ujar Sarti.

Kondisi kesehatan tersebut membuat Yoyok tidak bisa bekerja seperti orang pada umumnya. Ia hanya dapat melakukan pekerjaan ringan jika ada warga yang memintanya. Ketiadaan bansos pun membuat kehidupan Yoyok semakin bergantung pada kepedulian lingkungan sekitar.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga sekitar menjadi tumpuan Yoyok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para tetangga secara bergantian membantu, termasuk memberikan makanan ketika Yoyok tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan makan. Sarti mengatakan perhatian dari warga sekitar sudah berlangsung sejak lama, terlebih setelah Yoyok tidak lagi mendapatkan bansos.

“Iya tetangga yang ngopeni (berbagi makanan),” kata Sarti.

Kepedulian tersebut menjadi penyangga kehidupan Yoyok di tengah kondisi ekonomi dan kesehatan yang serba terbatas. Bagi warga sekitar, kondisi Yoyok cukup memprihatinkan. Lansia tersebut tidak hanya harus menghadapi penyakit komplikasi, tetapi juga kehilangan sumber bantuan yang sebelumnya menjadi salah satu penopang kehidupannya.

Kisah Yoyok juga memperlihatkan bagaimana perubahan data kesejahteraan dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Perubahan desil menjadi salah satu faktor yang digunakan dalam penentuan sasaran berbagai program bantuan. Namun, kondisi faktual di lapangan terkadang perlu dilihat kembali untuk memastikan data benar-benar menggambarkan keadaan penerima. Dalam kasus Yoyok, perubahan desil disebut terjadi ketika kondisi kesehatan dan ekonominya masih mengalami keterbatasan.

Kini, kebutuhan sehari-hari Yoyok banyak ditopang oleh solidaritas warga. Makanan yang dibagikan tetangga menjadi penyambung hidup bagi lansia yang sudah tidak mampu bekerja secara maksimal. Di rumah kontrakan sederhananya, Yoyok menjalani hari dengan aktivitas yang terbatas. Sesekali ia masih membantu pekerjaan ringan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Namun, dengan usia yang telah mencapai 67 tahun dan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian, kemampuan tersebut tentu tidak dapat menjadi tumpuan jangka panjang.

Kisah Yoyok menjadi pengingat bahwa data penerima bantuan sosial perlu terus diperbarui dan disandingkan dengan kondisi nyata masyarakat. Di balik perubahan angka dan kategori kesejahteraan, ada kehidupan warga yang sangat bergantung pada bantuan tersebut. Sementara menunggu adanya kepastian mengenai status bantuannya, Yoyok masih bertahan dengan dukungan warga sekitar. Para tetangga bergantian memastikan ia tetap memiliki makanan dan tidak menjalani hari seorang diri.

Tag

Memuat tag berita...