MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet olahraga selam tahan napas (freediving) asal Kota Malang, Dimas Andika Muflihulafi. Dalam ajang Manado Depth Championship 2026, Dimas berhasil meraih posisi Juara 2 Overall Male sekaligus mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan dua rekor nasional Indonesia pada nomor freediving kedalaman. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Dimas yang selama ini dikenal sebagai salah satu atlet freediving potensial Tanah Air. Bertanding melawan sejumlah atlet terbaik dari berbagai daerah dan negara, Dimas mampu menunjukkan performa konsisten sepanjang kompetisi hingga mengamankan podium kedua kategori putra secara keseluruhan.
Salah satu pencapaian paling membanggakan datang dari nomor Free Immersion (FIM). Pada disiplin ini, Dimas berhasil mencapai kedalaman 81 meter, sekaligus memecahkan rekor nasional Indonesia yang sebelumnya tercatat pada nomor tersebut. Dalam nomor FIM, atlet turun ke kedalaman laut dengan menarik tali sebagai alat bantu tanpa menggunakan sirip, sehingga membutuhkan teknik, kekuatan, dan kontrol pernapasan yang sangat baik. Tak hanya itu, Dimas juga sukses memecahkan satu rekor nasional lainnya, menegaskan kapasitasnya sebagai salah satu atlet freediving terbaik Indonesia saat ini. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti perkembangan pesat olahraga freediving nasional yang semakin mampu bersaing di level internasional.
Manado Depth Championship sendiri merupakan salah satu ajang
freediving bergengsi yang mempertemukan para penyelam bebas dari berbagai
daerah dan negara. Kompetisi ini menguji kemampuan atlet dalam menyelam hingga
kedalaman tertentu hanya dengan satu kali tarikan napas, sehingga menuntut
kesiapan fisik, mental, teknik, serta kemampuan adaptasi terhadap tekanan bawah
laut.
Keberhasilan Dimas mencapai kedalaman 81 meter menjadi pencapaian yang tidak mudah. Pada kedalaman tersebut, tekanan air meningkat berkali-kali lipat dibandingkan di permukaan. Atlet harus mampu mengontrol pernapasan, menjaga ketenangan, dan melakukan teknik penyamaan tekanan (equalization) secara sempurna agar dapat kembali ke permukaan dengan aman. Prestasi yang diraih Dimas tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Kota Malang dan Indonesia di dunia olahraga bawah laut. Torehan dua rekor nasional tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan menekuni olahraga freediving yang kini semakin berkembang di Indonesia.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa atlet-atlet daerah
mampu bersaing di level nasional bahkan internasional apabila didukung dengan
pembinaan, fasilitas latihan, dan kesempatan mengikuti kompetisi yang memadai.
Dengan usia karier yang masih panjang, Dimas berpeluang untuk terus
meningkatkan catatan prestasinya dan memburu rekor-rekor baru di masa
mendatang.
Manado Depth Championship 2026 menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta luar biasa di cabang olahraga freediving. Kini, perhatian tertuju pada langkah berikutnya Dimas Andika Muflihulafi yang diproyeksikan dapat menjadi salah satu andalan Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional mendatang.