Memuat berita

AS Serang Selat Hormuz Usai Iran Lancarkan Rudal ke Kapal Komersial

Washington – Amerika Serikat mengumumkan serangan terbaru di wilayah Selat Hormuz. Serangan tersebut dilancarkan menyusul aksi Iran yang menembakkan rudal ke sejumlah kapal komersial yang melintas di jalur strategis tersebut. Insiden ini terjadi pada Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat. Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan keras terdengar di beberapa wilayah pesisir Iran pasca-pengumuman militer Amerika. Menurut Kantor Berita Republik Islam Iran (IRIB), setidaknya enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, tujuh ledakan di kota Sirik, serta lebih banyak lagi di kota pelabuhan utama Bandar Abbas.

Serangan AS ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlaku antara kedua negara. Meski keduanya telah sepakat mengakhiri perang, negosiasi damai masih berlangsung dan hingga kini belum mencapai titik temu. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia. Lebih dari 20 persen pasokan minyak global melewati selat sempit ini. Ketegangan di kawasan tersebut selalu berpotensi mengganggu stabilitas harga energi dunia. Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat belum memberikan rincian lengkap mengenai target serangan dan dampak yang ditimbulkan. Sementara itu, Iran dipastikan akan memberikan respons terhadap aksi militer terbaru Washington.

Kondisi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian internasional. Berbagai negara pemilik kapal tanker dan importir minyak menyatakan kekhawatiran atas keselamatan pelayaran di wilayah tersebut. Negosiasi damai antara AS dan Iran yang masih berjalan diharapkan dapat segera menghasilkan kesepakatan permanen agar ketegangan di Selat Hormuz tidak semakin memanas.

Tag

Memuat tag berita...